Pancaran Hidup Di hari ini Aku berangkat bekerja Tampak oleh ku seorang lelaki Mengorek-ngorek tong mencariku nasi Sepintas hatiku sedih Terasa miskin badan sen
B. Indonesia
narsiskalipun
Pertanyaan
Pancaran Hidup
Di hari ini
Aku berangkat bekerja
Tampak oleh ku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencariku nasi
Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya
Awak menjadi peminta-minta
Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap-tegap semata
Tiada cacat membuat celaka
Hatiku marah!
Orang begitu tak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rezeki
Ia ditinggal bermalas diri
suasana dalam puisi tersebut adalah :
Di hari ini
Aku berangkat bekerja
Tampak oleh ku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencariku nasi
Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya
Awak menjadi peminta-minta
Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap-tegap semata
Tiada cacat membuat celaka
Hatiku marah!
Orang begitu tak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rezeki
Ia ditinggal bermalas diri
suasana dalam puisi tersebut adalah :
2 Jawaban
-
1. Jawaban NurulHikmah011003
sedih, kecewa, dan sedikit emosi.
*maaf kalau salah -
2. Jawaban nanivaldiansyah
awalnya iya IBA kepada lelaki yang mengorek ngorek tong, setelah dilihat badan lelaki tersebut yang tegap tak cacat, ia KECEWA. bagaimana bisa lelaki itu bermalas malasan hanya meminta minta padahal lelaki tersebut masih bisa untuk bekerja